1.) Alam semesta atau langit mempunyai batas, hanya tidak diketahui sampai mana batasnya. Alam semesta jika diamati masih terus mengembang, hal ini diketemukan oleh Hubble. Karena itu singkatnya besar alam semesta selalu bertambah.
Dari teori big bang, alam semesta terbentuk sekitar 13,7 milyar tahun. Dengan konsep ini jarak semesta yang bisa diamati(observable universe) adalah berdiameter 93 milyar tahun cahaya. Sedangkan diameter sebenarnya sampai saat ini adalah diperkirakan 0,1 trilyun trilyun (10^23) kali lebih besar dari yang bisa diamati.
2.) Langit/Alam Semesta itu tidak ada batasnya.
Coba kita bayangkan alam semesta itu sepeti terompet,
di situ terdapat lubang yg besar, dan terdapat lubang yg kecil.
Nah, bumi kita terdapat pada lubang yg besar.
Apabila kita bergerak lurus menuju arah lubang yg kecil,
maka hal itu mustahil bisa dilakukan.
Karna alam semesta ini bersifat "tanpa batas".
Jadi, bila kita bergerak menuju lubang yg kecil tadi,
maka secara tak sadar kita akan kembali pada lubang yg besar tadi, dan kita akan melihat bumi dua kali.
Jdi kesimpulannya, semesta ini berkembang tanpa batas, hingga hari yg ditentukan (kiamat).
Baca Firman Allah di Al-Quran berikut:
"Dan langit itu, Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya."
(QS Adz-Dzariyat: 47)
Begitulah kekuasaan Allah, Rabb Semesta Alam.
Langit tak ada batasnya, kecuali sudah ditentukan.
yahoo answer
No comments:
Post a Comment